Jawaban Bagi yang Nanyain Madingnya11

Kenapa mading sepi? Kenapa edisinya nggak ganti-ganti? Apakah udah pada bubar redaksi mading di sekolah?

Pertanyaan ini bukan saja timbul di benak Anda. Sama, saya juga.

Untuk menjawab pertanyaan di atas. Mari kita simak tulisan di bawah ini, baca sampai habis yah..., biar jelas :)

1. Masalah yang paling terlihat jelas adalah mengenai dana. Awalnya, pembina kami, Bu Venty, menyatakan bahwa akan ada dana sebesar 12 Juta. Untuk pendanaan Mading dan jurnalistik.

Namun, pada kenyataannya, itu hanya isap jempol belaka. Terakhir saya diberitahu oleh beliau bahwa dana diperbulat, lebih tepatnya diperkecil menjadi 3 juta. Dan dana turun pada bulan Maret ini. Saya tidak bisa menggugat tentunya.

2. Anggota. Anggota mading hanya berisikan beberapa orang saja. Bisa dihitung jari. Sedangkan Mading di sekolah kita banyak. Awalnya kita 'ingin' mengadakan 'patungan'. Namun sulit. Jika pun dijalankan, uang yang terkumpul tidaklah cukup. Lagi pula sudah ada yang menjanjikan akan ada yang mendanani, bukan?

Bahkan pada pertemuan pertama Mading. Pembina menawarkan akan adanya komsumsi dan lain sebagainya untuk ekskul ini.

3. Tempat dan waktu. Mengerjakan mading di rumah masing-masing. Oh, ini tidak mengasyikan. Seharusnya mengerjakan mading itu bersama-sama. Dengan mengerjakan mading masing-masing, hasil tempelnya akan tidak menarik. Ada kesan tidak kompak di sana.

Nah, maka dari itu, kami ingin menjadwalkan mengerjakan mading di hari-hari di mana bisa berkumpul bersama dan mengerjakan semua. Ekskul sekalin silaturahim.

Sebenarnya tidak hanya mading yang dijanjikan dana. Ekskul jernalis pelajar pun jua. Untuk ekskul jurnalis ini, kami akan aktif memburu informasi di sekolah serta luar sekolah. Ini menimbulkan siswa menjadi peka terhadap lingkungan sekitar (setidaknya). Selain itu, ekskul jurnalis ini juga akan berperan serta/berguna bagi sekolah dalam hal penyebaran informasi pun promosi sekolah.

Wah, terbayang bukan? SMK 11 mempunyai jurnalis pelajar...!

Semua ini jelas tidak mudah untuk diwujudkan, tidak hanya semalaman. Kalo kita nanem tumbuhan aja harus menunggu bertahun-tahun, bukan? Habis itu baru bisa dinikmati buahnya. Ya sama dengan project jurnalis ini.

Nah, siapa nih yang mau jadi bagian jurnalis pelajar SMK 11!? Moga aja banyak yah. Selain di dunia nyata, kami juga aktif di maya; di twitter, blog lho....

Akhirnya, itu jawaban untuk kalian yang nanyain di mana mading. Intinya ya kita harus sabar yah, di balik kesabaran itu, semoga, ada hal yang lebih baik daripada terburu-buru.***

Afsokhi Abdullah
Kosan, 15 Februari 2015
Comments
2 Comments

2 komentar

11 ada jurnaliz ?? Wkwkwkk baru tau,, btw katanya jurnalizz 11 aktif di twitter dan blog??klo boleh tau nama twitternya apa ?? Dan nama blognya apa??

Reply

@Hanna: Benar. Twitternya: @madingnya11__ dan blog: jurnalistik-smkn11jkt.blogspot.com ^_^

Reply

Posting Komentar