''Sepasang Kekasih Seharusnya....'' (Catatan Seorang Remaja)

Sepasang kekasih tidak serta-merta saling kasih dan betul-betul mengasihi dari segala aspek kehidupan terlebih lagi, akhirat. Apalagi yang sudah bukan dalam hal berkata, akan tetapi perbuatan yang tidak senonoh; dan tidak senada dengan ajaran agama. Banyak pula sepasang kekasih mengasingkan ajaran agama ketika berdua: buta hatinya. Saling menatap mata, berpegang tangan atau bahkan sampai ke tingkat yang berbahaya. Sehingga terbitlah penyesalan yang tak terperikan di akhirnya.

Seharusnya kita sadari bahwa, semua apa yang kita lakukan itu mempunyai akibat. Sepasang kakasih kebanyakan buta beralasan cinta. Anda mempunyai kekasih?

Sepasang kekasih seharusnya saling kasih. Seiya-sekata dalam perbuatan baik. Banyak pasangan kekasih yang seiya-sekata namun tidak berbuat baik. Terlebih di ranah remaja; darah muda, usia tanggung. Katanya cinta, namun ya hanya ucapan kata saja. Agama? Tak usah dipikirkan ketika dimabuk (hanya) oleh kata-kata cinta yang kosong isinya.

Memang, yang namanya cinta sekonyong-konyong datang mengetuk dada lalu kita terima begitu saja dengan lapang. Apalagi jika 'dia' sedap dipandang mata, bergetarlah tubuh ini.

Paling riskan penafsiran cinta yang tidak senada dengan agama adalah remaja. Sudah tampak di mata, bagaimana remaja bercinta. Saling adu kasih-sayang setiap waktu dan setiap saat dengan cara apa pun. Bisa dengan mem-posting segala kegiatannya bersama kekasih di sosmed yang tidak senonoh. Hal ini sepertinya sudah wajar-wajar saja. Mengikuti budaya barat padahal kita berbudaya timur.

Semua agama mengajarkan kebaikan. Mengatur semua ranah kehidupan, dari kita membuka mata di pagi hari sampai menutup mata di malam kelam bahkan sampai akhir hayat, semua diatur. Terlebih lagi mengenai cinta lewan-jenis. Sepasang kekasih banyak yang tidak tahu ini, hingga akhirnya (bisa saja) menyesal jika hari itu tiba. Berasalan cinta, namun berujung dosa.

Sabda Nabi Muhamad SAW: ''Sekiranya kepala salah seorang daripada kamu
ditusuk dengan jarum besi, itu adalah lebih baik bagi
kamu daripada kamu menyentuh wanita yang tidak
halal bagi kamu.'' (Hadis Riwayat ath-Thabrani. Dinilai
sahih oleh al-Mundziri, al-Haitsami, dan al-Albani).

***

Berpegangan tangan, berciuman, berpelukan sepertinya sudah menjadi rahasia umum lagi bagi remaja yang mempunyai kekasih. Bisa dikata itu adalah pelampiasan dari rasa kasih-sayangnya, pelampiasan dari rasa rindu yang menggebu. Kebanyakan, rasa rindu ini menjadi sisi yang mudah untuk dimasuki 'setan'. Di mana ketika rindu kita akan mengungkapkan rasa yang menggunung di dada. Rasa yang bergejolak dan ingin melampiaskan jika bertemu. Terkadang kata yang terucap ketika merasakan rindu mengandung unsur yang tidak etis lagi. Sampai-sampai ada yang berhubungan fisik lebih jauh sebab rindu. Bagi mereka yang bersuami-istri jelas tak masalah. Jika terjadi di ranah remaja, apa bukan masalah lagi? Tentu ini PR besar bagi kita semua.

Remaja yang seharusnya berada di masa emasnya, masa jayanya, bisa-bisa hancur karena hal itu. Sebaiknya rasa di dada ketika melihat lawan jenis itu harus dibarengi dengan agama. Alangkah baiknya kita saling mendo'akan orang yang kita cinta, suka, sayangi. Alangkah indahnya jika kita menjaga kesucian orang yang kita sayangi. Yang paling indah adalah: saling rindu di tempat yang berbada dan, saling mendo'akan dalam sujudnya.

Rasa cinta sah-sah saja berada di lubuk hati setiap orang. Toh, tanpa cinta kita tidak bisa hidup. Allah cinta sama kita, maka, kita pun harus cinta kepada Allah dengan menjalankan ajarannya dan menjauhi larangannya.

Seharusnya sepasang kekasih sadar. Untuk tidak melanggar agama Allah yang sangat mencintainya. Alasan cinta kepada lawan jenis, tak mesti pula (bisa sampai) melanggar ajaran agama dan, berbuah dosa.

Melihat sekarang ini. Susah untuk ditelaah dan diuraikan satu-persatu untuk menjelaskan bahwa sepasang kekasih harus diselipkan agama di dalamnya. Sepasang kekasih adalah orang yang saling suka, sayang, kasih, dan berbagi satu sama lain. Tak mesti juga karena itu, sekali lagi, melenceng dari agama.

Kuatkan hati. Sertakan agama di setiap kehidupan kita, setiap detik, setiap napas.***


Kosan
Minggu, 14 Februari 2015
Comments
5 Comments

5 komentar

cinta dan agama, hmm.
tapi kalau cinta beda agama pasti ribet lagi ceritanya,
beberapa waktu lalu gue baca berita, ada anak yang jadi gila karena dilarang pacaran sama emaknya gara2 pacarnya itu beda agama..

Reply

Cinta dengan di iringi agama pasti akan indah hehe...

Reply

Wah... Begitulah kak, keadaan 'cinta' zaman sekarang. Huh --

Reply

Posting Komentar