KENAPA KITA HARUS MENYONTEK?

Menyontek, siapa yang ndak pernah melakukan hal ini? Barangkali setiap kita pernah, termasuk saya juga sih. Ya kan saya seorang pelajar, pelajar itu harus nyontek, kalau belum nyontek belum bisa dibilang pelajar. Setidaknya ini menurut saya.

Tapi, apakah kita pernah bertanya untuk apa 'aku' menyontek? Apa mungkin kemampuan kita yang tidak mumpuni? Kurang mengerti atau, karena malas?

Sebenarnya kalau dipikir-dipikir, menyontek adalah hal paling menggelikan. Paling menggelikan! Kenapa?

Kalau dipikir-pikir, ketika menyontek kita seperti mengkhianati diri sendiri. 'Diri sendiri' akan sedih ketika menyontek menjadi pilihan. Padahal diri sendiri maunya mengerjakan pekerjaan itu dengan 'kemampuanku sendiri'. Tapi apalah daya, menyontek sudah sebagai budaya. Dan kita korban arus budaya tersebut.

Kalau dipikir-pikir, menyontek sungguhlah merugikan. Di mana kita mendoktrin diri sendiri bahwa 'aku' bodoh dan 'aku' tidak bisa apa-apa. Padahal kan kita masih punya kesempatan untuk belajar dan tidak menyontek. Di samping itu, menyontek tidak ada keuntungan sama sekali selain nilai yang berupa angka-angka itu. Sedangkan kita tidak punya kebisaan-kebisaan itu.

Untuk apa menyontek? Lebih baik mengerjakan segalanya dengan kemampuan diri sendiri, kan? Nantinya juga kalau kita hidup di 'kehidupan sebenarnya', sudah tidak ada lagi kesempatan menyontek, semuanya tergantung dengan kemampuan yang kita punya. Apa kemampuan kita?! Hanya punya kemampuan menyotek?

Jika budaya menyontek terus-terus ada di benak pelajar, akan jadi apa generasi selanjutnya?

Kita tidak perlu memusnahkan negara ini, lalu menumbuhkan generasi baru. Karena kita berpikir sudah banyak korup, kejahatan, segalanya yang meresahkan nyawa. Itu lebih baik lagi bila kita memulai memperbaiki diri sendiri.***
Comments
0 Comments

Posting Komentar