RINDU YANG KEJAM (TAK ADA RINDU SEPERTI INI DI DUNIAMU)

Kamu datang, membawa semua yang sudah pernah kukenal. Mulai dari ujung atas sampai ujung bawah lekuk tubuhmu, tak ada yang kulupakan. Selalu sama dan akan tetap sama, cantik.

Aku melihatmu mendekat, hatiku mulai berdebar. Dari kejauhan, kira-kira hanya selemparan batu di depan sana, kamu terlihat. Aku jatuh hati kembali, sudah tak terhitung banyaknya aku mengulang rasa ini, padamu.

Senyum yang sangat kukenal kau-lambungkan. Aku semakin bergetar, dan dadaku yang lebih dominan ingin mengeluarkan isinya.

Kamu semakin mendekat, meraih mataku yang terpaku dengan tatapan tajam khas milikmu yang agak nakal.

''Ke mana saja?'' tanyamu.

''Aku baru saja bangun dari kematian,'' kataku, ''duduklah.'' Lalu kamu menarik kursimu, selanjutnya kita bisa mengobrol satu meja malam ini.

''Apa maksudmu kematian?'' kau bertanya, nada suara yang agak tinggi.

''Aku sangat mencintaimu. Rindu telah membunuhku. Sekian detik yang lalu ketika mata ini menangkapmu, ketika itulah aku terbangun dari kematian. Apa kita bisa menahan rindu tanpa bertemu? Tentu tidak, tentu sulit, dan bisa membuatmu mati dalam keadaan hidup. Boleh kamu cari kerinduan laki-laki mana yang bisa menanandingiku. Aku siap diadu.''

''Aku mengerti.''

Kau mengangguk, lalu angkat bicara, ''Demikian pun diriku. Hariku terisi oleh jarum-jarum. Mereka menusuk tiap celah yang ada. Napasku akan sesak. Sering tersengal. Semua karena kamu.''

Mata kita bertemu. Malam yang syahdu.

''Boleh aku menusuk matamu untuk oleh-oleh?'' aku meminta.

''Boleh saja, asal jangan kamu jadikan apa-apa selain pengobat rindu.''

Aku mengangguk.

***

Kuambil garpu di depan mata, kuraih secepatnya, perlahan tangan ini mendekat ke wajah si pemilik mata. Segera kutusuk matanya itu. Tidak ada darah. Hanya ada jeritan merobek suasana sekitar yang sepi, hanya bangku, meja, angin, dan hanya itu yang tersedia di restoran tutup.

Kuambil bola matanya, dan kutaruh di saku.

''Akan selalu kujaga.'' Aku tersenyum.***

Jakarta 22 Juli 2015
Comments
0 Comments

Posting Komentar