KETIKA MAS KOKI PERGI

Mas Koki adalah nama lainku. Nama itu lahir ketika dua anak kecil menggemaskan bernama Alvin dan Ival menanyakan siapa gerangan laki-laki yang bermain ke rumahnya.

''Namanya Afsokhi,'' kata Fitria menjelaskan kepada mereka. Fitria kala itu adalah temanku.

''Mas Koki?'' tanya Alvin membenarkan.

''Afsokhi...'' timpal Fitria, detik selanjutnya aku dan Fitria terkekeh.

Maklum, Alvin dan Ival masih anak-anak. Alvin sendiri baru akan memasuki usia 4 tahun 13 Agustus nanti dan, Ival, ia sudah masuk TK.

Semanjak perbincangan itu, aku menjadi sering dipanggil Mas Koki oleh mereka dan, aku merasa senang. Nama yang indah, batinku.

Hari-hari selanjutnya, aku menjadi sering bertemu dengan Alvin dan Ival. Urusan utamaku bukan bertemu dengan mereka berdua, namun aku ingin bertemu Fitria.
Tapi bagiku, jika tak bertemu dua anak itu, ada yang kurang kurasakan.

Lambat laun, hubungan kami (aku dan Fitria) berubah, bukan berstatus teman lagi.

Alvin dan Ival adalah keponakan Fitria, wanita berkacamata itu. Dengan kata lain, Alvin dan Ival adalah anak dari Kakak Fitria. Mereka menggemaskan walau tak ayal membuatku ikut sters dan larut dalam emosi.

Apalagi jika mereka berebut I-Pad untuk bermain game, ouh, suasana akan riuh. Ival yang lebih tua ketimbang Alvin tidak mau mengalah, sedangkan Alvin ingin menang sendiri.

Dalam situasi seperti ini, Fitria akan turun tangan dan memarahi mereka. Kadang jika terlalu kasar, aku akan menegur,

''Mereka masih kecil, jangan kasar-kasar...''

***

Di lain waktu, kadang aku terlibat permaian dengan Alvin dan Ival. Macam 'berantem-beranteman'. Jadi nanti-mereka akan berkelahi, lalu aku menjadi wasitnya. Hahaha... Tidak sampai adu jotos, mereka berantem dengan berpeluk-pelukan.

Aku yang melihatnya ikut larut dalam suasana. Perasaanku lain, ada rasa yang telah lama hilang, kini terisi kembali *bukan lagu*. Aku rindu adik-adikku..

Aku dan Fitria kadang mengajak Alvin atau Ival ikut jalan-jalan. Kami harus memilih, Alvin atau Ival yang akan diajak, tidak bisa keduanya, sebab akan merepotkan. Seringnya, kami akan mengajak Alvin, sebab ia tidak banyak bicara, protes seperti Ival, ckckck...

Bukan berarti Alvin atau Ival kendala, bersama Alvin atau Ival ketika jalan-jalan, menambah suasana baru dan rasa 'waspada' jika dalam keramaian. Jalan-jalan yang menyenangkan selalu bersama mereka.

***

Sekarang Mas Koki sudah pergi, namun tidak untuk selamanya. Mas Koki pergi karena ada suatu urusan. Mas Koki rindu kalian, Alvin dan Ival.
Semoga kita dipertemukan lagi dalam keadaan sehat ya, semoga tidak ada Mas Koki lain yang menggantikan Mas Kokimu saat ini.***

3 Agustus 2015 pada hari Senin



Comments
0 Comments

Posting Komentar