Merayakan Ketidakberdayaan dengan Musik

sebagai manusia, kita pernah merasa pada titik terendah. ada yang semaksimal mungkin untuk menutupinya, ada yang dengan terbuka menerima keadaan tersebut dan tentu saja dengan segala bentuk penyelasan, sakit hati, atau menangis. 

setiap orang berhak untuk menangis, perempuan atau laki-laki. seseorang tidak dinilai sebagai yang terkuat ketika ia tidak pernah menangis sepanjang hidupnya.




kita akan memilih untuk menyendiri, menutup seluruh tubuh dengan selimut, dan tidak sadar bantal basah dengan air mata. 

kita tidak bisa menahan rasa sakit yang ditimbulkan ketika kita sampai pada titik terendah. dan sialnya, semua bersumber di dada, kamu akan sesak, nafasmu terengah. 

dan masing-masing orang agaknya mempunyai cara sendiri untuk merayakan ketidakberdayaannya.

hal yang biasa saya lakukan adalah menyetel musik intrumental gitar elektrik dengan sangat keras. yang biasa saya dengarkan adalah john 5, joe satriani, hingga buckethead, musik mereka memang terdengar 'sangat keras' dan terkesan berantakan, tapi entah kenapa itu sangat menghibur saya jika dalam keadaan 'seperti itu'. 

ini sudah saya lakukan sejak lama, dan beruntungnya saya tinggal sendirian, orang-orang tidak akan merasa terganggu dengan musik itu.

saya yakin tiap orang mempunyai cara untuk merayakan ketidakberdayaannya untuk kembali menjadi manusia kuat esoknya. walau itu tidak mudah. sebab kita manusia, dengan segala keabsurdan dunia.***

Comments
0 Comments

Posting Komentar