TAK PERLU TAKUT


''Sayang, aku takut kehilanganmu.''

''Kenapa takut?''

''Bagaimanapun aku takut.''

''Tak perlu takut, Sayang, memang apa yang perlu kita takuti?''

''Aku takut...''

''Tidak ada yang menghilang, tidak ada yang berpisah. Kita akan selalu bersama. Kamu percaya itu?''

''Percaya, tapi tetap saja aku takut...''

''Apa lagi?''

''Bahkan aku takut ada seseorang yang berdoa agar kita berpisah.''

''Mereka hanya berdoa, wajar. Mungkin suatu saat mereka sadar mana ada doa yang bakal dikabulkan jika meminta memisahkan seseorang?''

''Bisa saja...''

''Yang bisa, kita berpisah karena kita. Bukan doa mereka. Kitalah tokoh utama di hubungan ini. Jadi apa pun yang terjadi nanti, itu karena kita, bukan mereka.''

''Tapi...''

''Tapi apa?''

''Aku takut sekali jika kamu bakal pergi.''

''Aku sungguh bodoh dan aku akan mengumumkan ke semua mahluk bumi dan langit kalau aku orang paling bodoh di dunia ini, jika aku meninggalkan perempuan sepertimu.''

''Aku ingin memilikimu seutuhnya.''

''Seutuhnya diri ini untukmu, Sayang, sejak pertemuan awal kita.''

''Tapi aku masih takut.''

''Apa lagi?''

''Entahlah. Tolong peluk aku sekarang!''

Comments
0 Comments

Posting Komentar