patung NAGA

 ‘’PATUNG NAGA’’

Malam dengan rintik-rintik hujan, bergemerincih ke tanah hampar jogja. mataku mulai berat, serasa bangunan besar menyinggahi bulu mataku. Aku tertidur lelap. Hujan menenangkan hati ini, selimut menyetubuhiku berlapis-lapis.
Pagi yang cerah, burung beo milik bapak basah kuyup, karena semalaman lupa tak di masukan rumah. Dasar bapak, maklumi saja, beliau sudah sepuh.
Aku sudah siap untuk berangkat sekolah. Hari ini hari pertama ku UJIAN NASIONAL. Aku kelas 3 SMK.
Seperti biasa aku berangkat sekolah dengan sepeda fixi kesayangan ku, ku lewati malioboro. Semua riung di dekat bangunan baru disana, ku kira itu patung. Iyah patung, tapi yang ini lebih besar di bangdingkan patung-patung yang ku lihat sebelumnya. Bentuknya seperti naga, ku kira ini pemberian dari negara tetangga. Tapi yasudahlah ku lanjutkan menggowes sepeda ku, ke sekolah.
Ban sepedaku ber’ aduan dengan jalanan yang di genangi air bekas hujan semalam. Tapi yasudah ke kebut sajalah, aku sudah handal.
Sampai sekolah tepat waktu. pengawas ujian masuk ke ruangan peserta ujian, semua peserta mempersiapkan pensil, penggaris, penghapus DLL.
“ masih di segel yah !! “ pengawas menyakinkan semua peserta ujian.
Soal dan lembar jawaban di bagikan pengawas. Ku terka-terka semua soal. Ku kerjakan yang lebih mudah dahulu.
Ku kira tidak ada kesulitan dalam mengerjakan soal. akupun keluar pertama dari ruangan ujian. Bahasa indonesia adalah pelajaran favoritku. Soal yang di uji nasionalkan sangat mudah bagi ku.

Langsung ku gowes sepeda ku, pulang kerumah. Lagi. ku lewati malioboro. Orang-orang nampak berwajah serius di tepi-tepi bangunan patung naga itu. Rasa penasaran ku simpan dalam-dalam.
Sampai di rumah, aku langsung ke kamar. Tak sengaja ku dengar percakapan ibu ku dan ibu penggosip lainya di ruang tamu.
“ kalian semua tau, kalo patung naga itu bisa mengabulkan permintaan siapa pun” suara ibu ajeng rada membisik.
“ ahh. Masa iyah. Musrik itu !!! “ ibu ku (atun)  menimpa pembicaraan ibu ajeng.
“ ah. Gimana sih kamu tun. Buktinya tuh, tetangga kita, bu UUM dagangan nya laris manis, setelah dia ke patung naga itu”
“ satu lagi, anaknya bu UUM juga sekarang mendapatkan pekerjaan. Setelah 5 tahun nganggur” tambah bu ATI
Ibuku hanya terdiam, nampak ibuku tak percaya akan argumen-argumen ibu-ibu penggosip itu.
Aku meriuh dalam hati “Apa ?? patung naga itu bisa mengabulkan permintaan apa saja ???”
tempatnya saja di keramaian. Tapi mana mungkin semua orang tahu akan keajaiban patung itu. Ku pikir-pikir, besok masih UN. Mungkin aku bisa meminta kepada patung naga itu agar di mudahkan soal-soal UN. Hmmm.. “apa salahnya jika mencoba “ dalam hatiku.
Yasudahlah, ku niatkan tidak belajar hari ini. ke patung naga itu saja, ku yakin permintaan ku terkabulkan.
Malam harinya. Ku menyelinap keluar rumah. Ku bawa pensil yang kemarin mengisi soal ujian bahasa indonesia.
Ku tuntun sepada ku sepelan mungkin. Sampai di jalan besar lalu ku kebut secepat mungkin. Jalan lumayan lengan. Beberapa menit sampailah ku di tempat naga itu. Hmmmm... tapi aku bingung bagaimana cara meminta kepada patung naga itu.
Akupun bertanya kepada kakek berjenggot yang meyakinkan ku untuk bertanya kepadanya.
“ kek bagaimna ritual untuk meminta kepada patung naga itu ?? “ tanyaku kepada kakek berjenggot uban.
“ begini nak “ alisku menjulur penasaran mendengar penjelasan si kakek. Lalu ia lanjutkan
“ kamu ambil air di sekitaran patung itu. Lalu di malam hari jam 1. Taburkan air-air itu di depan rumah mu nak ‘’ mulut keriputnya meyakinkanku
“ hmmmm... yasudah kek, terima kasih. Akan aku lakukan ritual itu”
“ iyah nak. Hukc kukc “ kakek itu sudah sepuh seperti bapak ku.
aku lekas mengambil air di tepi-tepi patung itu dengan gelas yang ku beli dari air minum kemasan.
tanpa mengulur waktu. Setelah ku dapat airnya. Lalu ku Kebut sepada ku. Bayi-bayi hujan mulai jatuh, angin serasa semilir di malam selasa. Membuatku lebih hati-hati dengan air yang ku bawa.
Sampai di rumah. Semua sudah tidur. Sengaja sebelum ku berangkat ke patung naga itu, kamar ku sudah ku kunci rapat-rapat, ku beralasan untuk mempersiapkan diri untuk besok menempuh ujian nasional yang membuatku setres !! bagaimana tidak ?? 3 tahun ku belajar. Tapi hanya 4 mata pelajaran yang meluluskan ku. Aku lelah. Aku bisa saja gila. Aku halalkan saja semua cara untuk lulus !!! .
Lalu ku buka jendela kamarku. Dengan hati-hati, ku masuk kamar. Air bawaan ku terjaga ketat oleh ku.
“Ahhh semua berjalan dengan sempurna malam ini” menarik hela nafas panjang. Hujan mulai deras. Lidah –lidah petir bergelayutan di atap rumahku. Aku takut. Tapi yasudahlah, kupaksa mata ini untuk tidur. tinggal ku lakukan ritual jam 1 nanti. Ku set alaram tepat jam 1 malam.                                     
                                               ***

Kringgggg !!!!!!! jam beker ku bersuara keras membangunkan Tepat jam 1 malam. “ ahhh. Waktunya untuk ritual” dalam hati ku
Lalu ku keluar dari kamar, lewat jendela kayu. Dengan amat hati-hati langkahku hampa. Dengan cepat dan penuh harapan agar lulus ujian nasional, ke cebrik-cebrik’an air patung naga itu di depan rumah. Secepat kilat, lalu ku balik ke kamarku. Tidurku belum puas. Lalu aku tidur ....
Aku bermimpi .......
Aku duduk menatap patung itu. Suasana sepi. Gemuruh air mancur di tepi patung naga itu menenangkan hatiku. Beberapa orang juga sama seperti ku. Mereka teman sekelas ku. Lalu ku datangi salah satu sahabatku.
“ sedang apa kamu di sini ?? “ tanya ku dengan senyum hampar
“ aku sedang menunggu kereta kuda yang akan membawaku berangkat sekolah “ wajahnya pucat
“ ohh, baiklah. Aku tidak akan mengganggu mu “

lalu ku bertanya lagi kepada teman sebangku ku yang sedang duduk di tepian patung naga
“ sedang menunggu apa kamu disini. Ratna ?? “ tanyaku heran
“ aku dan teman-teman lainya sedang menunggu bis sekolah, ke sekolahan kita “ jawabnya dengan pelan-pelan wajahnya menengok kepada ku.
“ baiklah kalo begitu “
selang beberapa lama. Kereta kuda datang menjemput sahabat ku Andre. ke sekolah.
lalu di belakang kereta kuda itu. Datang bis sekolah. Semua teman-temanku masuk dengan senangnya.
 akupun mencoba ikut dengan teman-teman ku. Tapi langkah ku berat bukan kepalang. Setelah bis itu berangkat meninggalkan ku. Aku  sendiri di patung naga ini.
Ku menatap ke mata patung naga itu. Ohh tidak !!! patung itu hidup. Patung itu hidup !! lalu dengan suara berat naga itu berbicara kepaku.
“ hayy nak muda !!.. kaulah yang meminta kepada ku akan di permudahkan mengerjakan soal ujian nasional ?? “
“ i-i-i-iyah naga” keringatku hujan membasahi baju ku
“ apa dengan kau meminta kepada ku. kau akan lulus dan mendapatkan pekerjaan ??”
“ i-i-i-yah naga. Aku yakin. Aku percaya kepada mu naga”
“ kalau begitu. Ambil pisau ini. dan tancapkan ke perut mu. Sekarang  !!!!! “
“ aaaapaaa ?? apa dengan cara tersebut aku akan lulus ujian dan mendapatkan pekerjaan ?? “
“ jangan banyak tanya !! lakukan saja !! “
lalu dengan tangan gemetar ku penuhi permintaan naga itu.
“ ku hitung satu sampai tiga. Lalu kau tancapkan pisau itu !! “ naga itu sudah tidak sabar
“ satu “
tubuhku gemetar
“ dua “
pisau ku dekatkan di bagian perut ku
“ tiga !!!!! “
“ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhkkkkhh !!!! “
*****
“ bangun. Bangun !!!! “
“ apa !!! ??? “ aku kaget terbangun dalam tidur ku.
“ cepetan bangun sudah jam berapa ini. hari ini kamu UN juga” bapak ku membangunkan ku
Secapat apapun, aku berkemas. Ku kebut sepeda ku.
Sampai di sekolah. Soal dan lembar jawaban di bagikan. Aku pun langsung masuk ke ruangan ujian.
“ maaf bu. Saya telat “ ampun ku kepada pengawas.
“ yasudah. Kamu duduk “
ku rasa pengawas sedang baik hati.

Di kerjakan ku soal MTK. Ahh MTK !!!. melihat angka saja aku sudah ingin muntah.
“ ahhh.. anggap saja ini mudah. Aku kan sudah mengerjakan ritual tadi malam “ dalam hati ku
Tapi tak semudah yang ku bayangkan. Satu nomor saja belum aku kerjakan. Waktu tinggal 10 menit lagi. Menyontek tidak mungkin. Yasudah. Ku paksa pensil yang ku bawa ke patung naga ini untuk menari memilih sendiri jawaban sesuka hatinya. Itu sudah jalan terakhir.
Semua sudah keluar dari ruangan ujian. Tinggal aku sendiri yang nampak di campakan. Pengawas wajahnya sudah bosan. Dilipat kedua tangan di perutnya.
Tinngal beberapa nomor lagi. Waktu ujian sudah habis, tapi ini bonus dari pengawas ujian
 “ Selesai !! “  aku lega 
lalu ku tumpukan hasil jawaban ku bersama dengan yang lain.
dan aku pun lekas pulang.
hari sudah siang. Ku duduk di teras rumah. Terbisat di benakku mimpi semalam. Mimpi
dengan patung naga itu. Ku pikir-pikir. Ku pikir-pikir lebih dalam lagi. Tujuan ku sekolah adalah untuk bekerja. Apa dengan cara yang ku lakukan kemarin. Pekerjaanku akan berkah. Akan halal. Jika mujur aku bisa lulus dengan ritual itu. Jika tidak ?? hanya dosa yang ku dapat !!
ASTAGFIRULLAH ’’ AKU MENYESAL
                                      *****
Siang itu yang tadinya panas menjadi mendung. Bayi-bayi hujan mulai turun. Angin semilir-milir. Aku menyesal. Aku berdosa. Lalu suara adzan duhhur saling bersautan dari masjid dan suro. Suaranya di selingi angin yang menyapa pepohonan di hadapanku. Tak ku sadari air mata berlinang di pipi. Hatiku luluh. Aku bertobat. Maafkan hamba mu ya ALLAH 
Comments
0 Comments

Posting Komentar