CINTA PERTAMA DAN EKSKUL JURNALISNYA 11



Hari itu aku bertemu dengan adik kelas yang ekskul jurnalistik di sekolah. Ekskul ini adalah ekskul yang kurintis ketika aku masih menjadi ddgmz di SMK. Sungguhlah dalam merintis ini ekskul bukan hal mudah. Pernah aku sampai putus asa dan ingin melepas semuanya. Tapi, hari itu, aku sadar bahwa apa yang kulakukan selama ini, bukanlah hal yang sia-sia.
Ada 47 orang yang datang hari itu di taman monas. Aku menyempatkan hadir setelah aku pulang kerja. Aku bertemu mereka jam setengah 2 siang. Mereka sudah terlihat lelah. Dan aku mengenalkan diri di depan mereka..
Ada yang mengira bahwa aku adalah wanita. Ya, kita sebelumnya memang tidak pernah bertemu, hanya di grup whatsapp saja. Yang mengira aku adalah wanita bilang begini,
“Padahal di bayangan saya, ka Afsokhi itu cewek, pake jilbab syari.”
Ebuseh.
Kebanyakan anggota jurnalistik adalah perempuan. Ya, perempuan, makhluk yang sulit untuk dimengerti. Untung saja pemimpin redaksinya adalah perempuan juga. Aku sekarang hanya di balik layar saja. Tidak terlibat langsung dengan mereka.

itu tuh, yang lagi berdiri, pemimpin redaksi


Di tempat kerjaan sebelum menuju ke monas untuk bertemu mereka, hatiku merasa berdebar, aku gugup, mual, berak-berak, aku bahkan sempat menyatat apa yang akan kukatakan di hadapan mereka nantinya. Rasanya seperti merasakan cinta pertama lagi. Mungkin lebih dari itu.
Di sisi lain aku terharu, mereka sangat antusias dalam mengikuti pelatihan. Yang kukatakan saat itu, tidak terlalu banyak, hanya beberapa, karena kupaham mereka juga sudah lelah, aku tak mau mereka berpikir: “Eh siapa sih nih orang, sok akrab banget, bikin lama lagi. Gak guna!”
Ebuseh…
ada juga games untuk merebutkan buku gratis dariku. syaratnya kusuruh nulis di igeh dengan kata kunci: jurnalis, pohon dan bunuh diri untuk mendapatkan bukunya bernard batubara. dan ini adalah tulisan yang menang.


Jadi, kemarin itu selain pelatihan tentang jurnalistik dan kepenulisan. Ada juga games-games. Dan games yang sangat berkesan bagiku adalah ketika mereka ditugaskan untuk menggambar. Bukan sembarang gambar, mereka menggambar beramai-ramai tanpa ada diskusi. Jadi dalam sekelompok itu, mereka tidak tahu mau gambar apa. Dan mereka hanya dikasih waktu 2 menit. Orang pertama berniat menggambar pohon, eh orang kedua malah berpikir bahwa orang pertama menggambar orang. Maka selanjutnya ia kasih mata dan alis seenak jidatnya.
Dan yang membuat klimaks adalah ketika satu-satu dari ketua kelompok mereka mempresentasikan apa yang mereka gambar. Jelas saja si ketua di sini diuji bagaimana ia harus bisa mengarang.
            Dan benar saja, mereka pandai mengerang. Aku tak bisa menahan tawa ketika ketua kelompok menjelaskan apa yang kelompoknya gambar. Ia benar-benar mengarang bebas.
           Ini salah satu gambarnya yang udah kuedit:



Aku ingin menutup tulisan ini dengan suatu hal yang berkesan. Tapi rasanya sangat sulit untuk ukuran tulisan yang ditulis dalam sekali duduk ini. Jadi kukatakan saja. Aku meresa hidupku tak sia-sia ketika bertemu kalian, wahai anggota jurnalistik SMKN 11 Jakarta. *PELUK SATU-SATU*


bonus:




 


 


Comments
0 Comments

Posting Komentar