Dari Mana Ya Ilmu Itu Diserap?

Kalau berbicara mengenai pelajaran, saya tidak akan lupa ketika waktu SMP. Di mana saya diajarkan matematika oleh guru saya, Pak Rizal namanya. Kala itu, sungguh, matematika adalah momok yang amat sulit nun menakutkan bagi saya dan teman-teman. Tapi, metode ajar Pak Rizal bisa menepis itu semua.

Jika pelajaran akan berlangsung, Pak Rizal menganjurkan kita untuk berdo'a menurut agama masing-masing dan, itu manjur menurut saya, membuat saya tidak tegang untuk menelan angka ketika pelajaran berlangsung.

Selain itu, Pak Rizal yang umurnya kira-kira 40 tahun dan sudah beruban itu, berujar kepada kami yang sudah rapi di meja dan bangku masing-masing,

''Ada yang tahu, dari mana ilmu dapat diserap?''

Kelas hening, aku pun menyeletuk karena tak ada yang menjawab,

''Dari rambut, Pak!'' kataku merobek hening. Gelak tawa terbit, termasuk Pak Rizal, air mukanya bersahabat, dia tidak marah dengan jawabanku tadi.

''Kalau yang nggak punya rambut gimanah?!'' tanya balik Pak Rizal kepadaku sembari mengusap rambut putihnya dan tersenyum kecil. Mungkin ia terlalu banyak berpikir jadi rambutnya mayoritas memutih, ckckckc....

Kelas hening. Pelajaran belum dimulai, mungkin akan banyak rumus dan apalah itu yang akan diajarkan oleh Pak Rizal sehingga ia bertanya seperti ini kepada kami: Ada yang tahu, dari mana ilmu dapat diserap?

***

Aku bingung, dari mana yah ilmu dapat diserap? Kalau pun ada alatnya, mungkin akan kuserap semua ilmu yang dimiliki Pak Rizal itu! Huh!

''Sekarang, kalau kita jalan dari sini (sekolah) ke rumah kita, ada yang nyasar nggak?'' tanya Pak Rizal.

Kelas menggeleng tanpa ada pita suara yang keluar.

''Mungkin kalau kita hanya satu kali pulang-balik dari sini ke rumah kita, mungkin ada yang tersesat, karena baru pertama kali!''

Lalu, apa maksudnya?

''Kalau kita pulang-balik ke rumah- ke sini empat kali, pasti nggak bakal nyasar, karena hapal betul. Kenapa begitu?'' Pak Rizal berhenti, kelas hening, lalu melanjutkan, ''karena kebiasaan. Bagi yang muslim, kita mungkin nggak usah lihat Al-Qur'an ketika baca surah Al-Fatihah? Sudah hapal betul. Karena itu, kebiasaan, setiap hari sholat, di dalam sholat itu kita selalu ulangi..., bacaan yang sama.''

Hem..., aku mulai mengerti.

''Begitu pun matematika,'' kata Pak Rizal melanjutkan setelah menelan ludah sejenak mengistirahatkan kerongkongannya, ''matematika juga butuh kebiasaan dan latihan. Matematika itu: pasti, logis. Dari dulu, satu tambah satu ya dua!''

Aku mengerti.

''Nah, jadi, kalau kalian ingin bisa matematika ya..., itu, latihanlah, biasakanlah.''

Kelas hening, hening sekali, hanya ada suara selewengan motor di luar sana.

''Oke, kita mulai pelajarannya!''

Kami pun segera membuka buku, siapkan segala indra yang dipunyai manusia untuk pelajaran matematika yang mahasulit ini. Hem..., andai semua guru bisa memotivasi seperti Pak Rizal ini, pasti aku akan suka belajar, belajar dan belajar pastinya. Thanks Pak Rizal, paradigmaku mengenai alergi dan pelajaran taik kucing yang bernama matematika sudah mulai punah sejak bertemu denganmu, aku suka matematika! Sebab dia pasti, logis, dan mengasyikan tidak seperti gebetan :3 *abaikan*

Di hari yang lain, Pak Rizal menganalogikan tentang otak dan daya tangkap. Jadi, Pak Rizal menganalogikannya dengan wadah yang akan dimasukan air. Pak Rizal menjelaskan, wadah ada yang besar dan ada yang kecil. Mulai dari bak hingga lubang botol minyak kayu putih.

Jelas wadah itu berbeda-beda kapasitas dan daya tampungnya, pun begitu pintu masuk ke wadah itu. Bak jelas besar, dan botol minyak kayu putih ya kecil.

Jadi pada kesimpulannya, setiap orang mempunyai daya tangkap yang berbeda-beda. Ada yang langsung mengerti dan juga ada yang lamban seperti memasukan air ke botol minyak kayu putih.

Semua itu harus kita sadari, masuk yang manakah kita? Bak atau botol minyak kayu putih? Sadari terlebih dulu, praktekan dengan membaca buku, setelah selesai, berapa yang kita pahami? Sedikit kah atau banyak? Kalau sedikit berarti kita masuk di botol minyak kayu putih, ya kalau banyak, berarti kita kelompok bak yang mampu menampung banyak air.

Maka dari itu, si botol minyak kayu putih, harus mengulangi membaca buku hingga dua kali atau lebih. Berbeda dengan si bak, dengan sekali baca, dia menyerap banyak dari buku yang dibacanya. Ya, begitulah. Menurutmu, kamu masuk yang mana?***

NB: Cerpen di atas adalah pengalaman penulis sendiri. Ketika penulis sekolah di SMP N 32 Jakarta Penjagalan dan kini penulis SMK kelas 11. Di sekolah itu, banyak guru yang 'keren', dan hanya bisa kita jumpai di 32 Vzgl, penggilan akrabnya.

Buktinya, pelajaran-pelajaran di SMP, masih terekam di kepala. Tidak hanya matematika, pun begitu dengan pelajaran lain: IPA ada Bu Sri Hastuti dan Pak Wiyono, Bahasa Indonesia ada Bu Endah, IPS ada Pak Harun yang gokil tapi tegas, Agama ada Pak Mas'udi, dan masih banyak lagi guru hebat dan keren yang ada di SMPN 32 Jakarta, aku pun cinta dan bangga pada mereka....

Afsokhi Abdullah
Kosan, 16 Maret 2015

Dijah Kuning, Membangunkan Para Penulis Labil!

Gue nggak terlalu kenal sama orang ini. Di twitter, dia terkenal dengan @dijahyellow



Sekelibat mukanya sih nggak asing gitu buat gue. Gue inget pas di kelas buka youtube terus ada salah seorang minta seacrhing, mukanya meyakinkan, mungkin akan menunjukan video unik yang belum pernah gue liat sebelumnya.



''Dijah Yellow!'' perintahnya sambil menunjuk tempat seacrhing youtube di layar laptop.



Gue pun searching di tempat yang disediakan youtube.



Taraa...!



Di video itu gue liat, ternyata dia pernah diundang di acara talk show selebriti gitu di berbagai televisi swasta. Ternyata dia artis....



Di video itu, dia menunjukan kemampuan bernyayi dan kepedeannya yang tingkat dewa, ya walau nggak ngerti juga sih gue maknanya.



Ketika gue baca komen di video youtube-nya itu, ada komen beragam. Seperti:



''Akh, norak!''



''Modal muka doang.''



''Gokil.''



''Setdah, baru liat gue orang kayak gitu....''



Itu yang terakhir komentar gue, *abaikan*



Nah, kenapa gue nulis ini? Begini kawan, si Dijah Yellow ini ternyata sudah menerbitkan buku di nulisbuku.com sebuah situs mengenai kepenerbitan yang susah kalau dijelasin :3



Di nulisbuku.com, karya kita pasti terbit asal naskah sudah selesai-sai. Singkatnya, kitalah (penulis) yang menjadi lay out sendiri, editor sendiri, prof reader sendiri, hingga desain cover-pun sendiri, mandi juga sendiri.



Nah, jadi nulisbuku.com hanya menyediakan jasa cetak saja, masalah royalty, penulis yang mengatur.



Kejanggalan yang gue tengkap dengan adanya buku terbit dari Dejah Yellow (yang gue nggak tau nama aslinya siapa) di antaranya adalah:



''Kalau buku untuk sekolah itu baru harus

Sempurna bentuk Penulisannya, karena untuk

Pelajaran. Kalau Novel itu untuk refreshing otak! :) ''



Begitulah bunyi kicauannya di twitter @dijahyellow. Gue sedikit nggak setuju sih sama pernyataan Dijah Yellow itu. Dia menyatakan kalau novel untuk refreshing otak saja, jadi nggak harus mengikuti kaidah tulisan yang kita pelajari di pelajaran Bahasa Indonesia. Wuah. Terus apa gunanya kita belajar Bahasa Indonesia, Dijah Yellow...?



Dijah Yellow pun, masih gue ambil dari twitternya, manyatakan bahwa bahasa yang ia pakai dalam bukunya menggunakan bahasa sehari-hari. Namun, pada nyatanya, bersumber dari blog Edi Akhiles rektor Kampus Fiksi yang juga sudah membeli bukunya Dijah Yellow, di sana dituliskan satu paragraf pada bab satu novel karya Dijah Yellow itu, begini, baca baik-baik yah...



**Tiba-tiba brak “hey bunyi apakah gerangan?!. Bunyi itu memecahkan suasana yang sepi. Akupun sedikit terkejut, maklumlah pada malam itu terasa begitu sepi dan bumipun diguyur hujan yang

sangat deras. Apalagi malam itu, aku sedang sendiri dirumah, karena kedua Orang tuaku sedang pergi. Maklum saja kalau aku ini adalah anak tunggal, kebayang dong bagaimana sepinya dirumah. Sepi… sepi…dan sepi….^_^**



Nah, kalau diperhatikan olehmu yang pernah belajar Bahasa Indonesia..., di mana kejanggalanya? Ya betul, imbuhan -pun digabung sekenanya saja, imbuhan di-, -di penunjuk tempat dan kata kerja pun begitu, sama juga dengan tanda bacanya yang tumpang-tindih.



Gue nggak tau si Dijah Yellow ini lulusan sekolah sampai tingkatan apa dan, gue juga nggak tau dia pernah baca buku dan mempelajarinya atau nggak.



Saludnya..., dia menyelesaikan novelnya itu hanya dengan waktu 9 sampai 10 hari. Wow banget kan?! Daannnn..., harga perbukunya..., dibandrol Rp 145.000 *fantastic*.



Wuahaha..., kaget gue pas bacanya. Hem..., dilihat dari TL twitternya Dijah Yellow, dia berkali-kali berkicau mengenai royalty dan royalty. Memang, kalau kita nerbitin buku di nulisbuku.com tuh tergantung penulis harga bukunya. Tapi nggak gini-gini juga kali Dijah Yellow..., kasian fans-mu yang nggak punya uang.... :3



Satu lagi, hebatnya, bukunya itu yang berjudul 'Rembulan Love (Love Between a Moon and a

Star)' sudah dipesan 120 eks, wow banget kan yah?!



***



Kicauannya yang membuat saya berdecak kagum dan ada nggak sukanya juga sih, sebab di sini dia tampak sombong:



''Haha...ORANG SIRIK! NOVEL AKU YANG PESAN

UDAH 120 an tuh... haha...wkwkwkwk'' - Pada 16 Maret 2015.



Di sisi lain, gue salud banget nih sama orang ini. Hanya dengan 9-10 hari satu buku kelar..., juga semangatnya untuk mendapat royalty juga tinggi (walau gue nggak ngebet-ngebet juga kalau masalah royalty, yang penting menurut gue, buku yang gue terbitin tuh bermanfaat). Mungkin dengan mengandalkan followers twitternya yang mencapai angka 17.169 itu dia bakal menjadi penulis terkenal nih, ckckckc...



Gue jadi mikir, apa dengan menjadi terkenal dulu kali yah orang (gue) baru bisa nerbitin buku dan diminati banyak orang? Hem..., mungkin gue nggak sejalan dengan Dijah Yellow yang pedenya luar biasa tingkat Dewa itu yang, kalo nggak salah, mengaku pacarnya Justin Bieber.



Hah, mungkin dengan cara lain deh gue terkenal; seperti nulis di koran, majalah, blog, kan juga bikin terkenal kan? Yeah!



Thanks Dijah Yellow sudah meninspirasi banyak penulis di Indonesia..., terutama penulis labil-labi..., semoga karyamu dapat diminati banyak pembaca dan juga bermanfaat ^_^.



Terakhir, mungkin si Dejah Yellow ini berpatok pada seseorang penulis masyhur dunia kali yah. Begini kata James Whitfield Ellison:



''Mulai lah menulis, jangan berpikir. Berpikir itu nanti saja. Yang penting menulis dulu. Tulis draft pertamamu itu dengan hati, baru nanti kau akan menulis ulang dengan kepalamu. Kunci Utama menulis adalah menulis, bukannya berpikir."***



Nah, buat kalian yang mau beli bukunya Dijah Yellow, mampir ke sini aja, soalnya nggak ada di Toko Buku ~>

nulisbuku.com/books/view_book/6969/rembulan-love-love-between-a-moon-and-a-star





Afsokhi Abdullah

Kosan, 17 Maret 2015

Serabi Solo di Jakarta


Srabi Solo atau Serabi Solo adalah sebuah makanan ringan ala Solo, Jawa Tengah. Makanan ini terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan santan dan digoreng di atas arang atau kompor gas yang khas. Srabi adalah jajanan khas dari Solo yang terbuat dari santan kelapa dicampur dengan sedikit tepung, yang  menjadikannya bercita rasa gurih. Bisa juga diberi taburan berupa potongan pisang, nangka atau bahkan meses dan keju bila suka. Srabi yang terkenal berasal dari daerah Notokusuman, Solo, yang sering disingkat menjadi Notosuman (Srabi Notosuman).









Rasa Serabi Solo amat khas, legit, manis, dan lezat di lidah, selain itu juga mengenyangkan. Serabi Solo masih menggunakan bahan-bahan tradisional. Karena itulah, Serabi Solo hanya bisa bertahan satu hari, dengan kata lain, tanpa bahan pengawet.

Kudapan yang satu ini, sungguh sarat akan budaya dan amat kental akan ke-khasan-nya sebagai makanan tradisonal asli Nusantara. Sudah ada sejak 1932, Serabi Solo memiliki sejarah yang unik. Di daerah Notosuman, Solo, kita bisa menemukan beberapa penjual serabi, konon mereka berasal dari satu keturunan yang sama, yaitu Hoo Gek Hok. Salah satu yang terkenal di daerah Notosuman adalah serabi Ny. Handayani.


ini dia serabi solo Ny. Handayani yang terkenal itu...


Serabi sebenarnya adalah semacam pancake yang adonannya terdiri dari tepung beras, santan, gula, garam, dan daun pandan sebagai pewangi. Teksturnya kenyal namun tetap lembut, dan rasanya sangat legit. Berbeda dengan kue serabi atau surabi di daerah lain, serabi khas Solo atau serabi Notosuman dihidangkan tanpa kuah manis.

Dan kini jika Anda ingin mendapatkan kenikmatan dari Serabi Solo, tak usah jauh-jauh ke Solo. Sekarang di Jakarta pun sudah ada. Berdiri kira-kira pada tahun 2009, Serabi Solo di Jakarta pun dapat kita dapati dengan mudah.







Bertempat di Lokasari, Mangga Besar. Penajaja Serabi Solo buka sejak sore jam 5 dan tutup pada malam jam 10. Mengingat adonan yang tanpa pengawet maka harus cepat-cepat dimasak dan dijajakan.

Kita bisa mendapatkan satuanya dengan harga bersahabat. Hanya dengan Rp 2.500 kita sudah bisa mendapatkan Serabi Solo yang nikmat itu. Biasanya, jika kita memesan dalam jumlah besar, kita bisa mendapat potongan harga.

Tak jarang juga, pemesan memesan Serabi Solo dalam jumlah banyak untuk acara besar, seperti arisan, kumpul keluarga, hajatan, syukuran dan sebagainya.

Serabi Solo juga cocok ditemani dengan kopi hangat manis. Rasanya serasi dan dijamin menggoyang lidah Anda.

Selain itu, di Lokasari, Mangga Besar, Jakarta Barat ini. Kita juga dapat menjumpai banyak penjaja yang menajajakan makanan dari berbagai daerah. Seperti Sate Padang, Bakso Total Solo, Durian Medan, Pempek Palembang, Dukuh, Sup Duren dan masih banyak lagi.



Pedagang kacang rebus yang berdagang tepat di depan gerobak Serabi Solo Jakarta.
















Pedagang kaki lima semacam Pecel Lele, Jagung, Kacang, Bubur Ayam, Mie Ayam, Nasi Goreng pun tak ketinggalan. Jika Anda ingin mencicipi kuliner ekstrim pun ada di sini. Semacam, Ular, Monyet, Biawak ada di sini!

Ditambah lagi, lokasinya tak jauh dari tempat pembelanjaan yang berada di Lokasari Square, hanya beberapa meter dari penjaja tadi, kita sudah bisa melihat penjaja baju-baju, alat elektronik, rumah makan, sampai diskotek dan, masih banyak lagi pastinya.

Suasanya khas ala Jakarta. Jika Anda berkunjung ke sana, Anda akan disuguhkan musik-musik yang mengalun dari beberapa kios penjaja kaset, membuat jalan-jalan Anda lebih ceria.



Nah, lengkaplah sudah Lokasari menjadi tempat rekreasi kita. Semua yang kita butuhkan ada di sini. Selamat berekreasi dan berwisata kuliner di Lokasari....




Untuk lebih lanjutnya, silakan hubungi: 08978754632 dan Twitter @AfsokhiOchi__

Afsokhi Abdullah
Jakarta, 15 Maret 2015

Sumber Referensi:

adisumarmo-airport.com

tentangsolo.web.id/serabi-notosuman.html

Wikipedia 

Tulisan ini, diikutsertakan dalam giveaway https://fasyaulia.wordpress.com/2015/02/17/3rd-birthday-giveaway/ 

Semoga bermanfaat ^_^

Anjuran Mendahulukan Yang Kanan Dalam Semua Hal Yang Bersifat Memuliakan

Belakangan ini saya suka meneliti orang-orang di sekitar saya. Dari segala aktifitas makan, minum, dan segala yang kasat mata di ranah umum. Dan, yang paling saya banyak temui adalah kejanggalan ketika minum.



Saya sering jumpai orang membuka botol minum dengan tangan kanan, memutarnya, lalu menenggak dengan tangan kiri. Selain itu juga ketika makan, ada orang makan dengan tangan kanan lalu dengan beralasan tangan kanan yang digunakan untuk makan, tangan kiri digunakan untuk meminum.



Sebagai muslim, seharusnya kita ketahui akan hal ini yang, sudah diatur. Dalam kitab terjemah Riyadus Shalihin karya Imam Nawawi, di sana saya membaca bab khusus mengenai Ajuran Menggunakan Tangan Kanan Dalam Semua Hal Yang Bersifat Memuliakan. Beberapa haditsnya adalah sebagai berikut:



Dari Asiyah RA., dia berkata: ''Rasulullah SAW. itu sangat menyukai tayammum (penggunaaan tangan kanan) dalam segala urusannnya; dalam bersucinya, dalam bersisirnya dan dalam memakai sandalnya.'' (HR. Bukhari - Muslim)



Dari Hafshah RA., bahwa Rasulullah SAW. mempergunakan tangan kanannya untuk makannya, minumnya dan pakaiannya dan mempergunakan yang kiri untuk selain hal itu. (HR. Abu Daud dan lainnya)



Dari Abu Hurairah RA., bahwasanya Rasulullah SAW. bersabda: ''Apabila kalian memakai baju atau wudhu maka mulailah dengan anggota tubuh kalian yang sebelah kanan.'' (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)



Dari Salmat Al-Akwaa’ r.a., bahawasanya seorang lelaki makan di sisi Rasulullah ï·º dengan tangan kirinya lalu Baginda menegurnya dengan bersabda: “Makanlah dengan menggunakan tangan kananmu.” Lelaki itu menjawab: “Aku tidak berupaya berbuat demikian.” Baginda bersabda lagi: “Kamu tidak berupaya? Sebenarnya tidak ada sesuatu yang menghalang kamu daripada berbuat demikian melainkan kerana didorong oleh perasaan sombong.” Salmat berkata: “Orang itu akhirnya tidak dapat mengangkat tangan kanan ke mulutnya (cacat selamanya).” (Hadis Riwayat Muslim) . Merujuk kepada hadis dari Ibnu Umar yang menceritakan bahawa Rasulullah ï·º bersabda; “Janganlah sesiapa dari kamu makan dan minum dengan tangan kirinya kerana Syaitan makan dan minum dengan tangan kirinya.” (Hadis Riwayat Imam al-Bukhari).



Dikecualikan jika seseorang itu tidak berdaya, seperti tangan kanannya terpotong, lumpuh, sakit atau sebagainya, maka ketika itu haruslah ia makan dengan menggunakan tangan kiri kerana seseorang tidak disuruh lebih dari kemampuannya.



Demikian penjelasan mengenai Anjuran Menggunakan Tangan Kanan. Yang perlu diingat adalah, saiytan makan dan minum dengan tangan kiri, sedangkan Rasulullah mencontohkan dengan tangan kanan. Sekarang, tinggal pilih: ingin mencontoh saiytan atau Rasulullah?



Memang kadang sulit untuk mebiasakan menggunakan yang kanan untuk kemuliaan dalam sehari-hari melawan kebiasaan menggunakan yang kiri, seperti mengenakan sandal, bersisir dan sebagainya. Namun dengan kita tahu akan mulianya menggunakan tangan kanan, Insya Allah kita akan terbiasa dengan terus melakukannya.



Itu juga sunnah Rasulullah. Jadi, di dalam aktifitas sehari-hari kita selain mendapatkan hasil dunia, dengan menjalanankan sunnah Rasulullah, maka Insya Allah kita pun mendapat pahala.



Demikian penjelasannya..., semoga bermanfaat yah. Kalau ada tambahan silakan di kolom komentar ^_^





Afsokhi Abdullah

Kosan, 16 Maret 2015

Efek Positif dalam Kesendirian

Kesendirian itu banyak yang suka dan, kadang tidak mengenakan juga. Sendiri membuat orang tenang, juga ada yang membuat orang resah. Efek terlalu sendiri bagi orang pun pasti berbeda-beda. Ada yang positif dan juga ada yang negatif pastinya. Lalu, apa dampaknya jika orang terlalu sendiri. Nah, demikian yang saya rasakan juga mungkin kamu rasakan ketika sendirian:

1. Tenang.

Ya, tenang, kita bisa bermeditasi dalam kesunyian; bisa merasa nyaman dan menikmati hidup. Ketenangan yang dihasilkan sendiri dengan ketenangan yang dihasilkan bersama orang yang disayang ada bedanya. Namun bagi saya, kedua-duanya hampir sama. Sebab, kenyamanan itu bisa saya buat lewat daya pikir. Belum lama ini saya membaca buku mengenai Daya Pikir Kreatif, karya Lilian Too, di mana di dalamnya banyak metode untuk meningkatkan Daya Kreatif melalu pikiran. Caranya adalah dengan bermeditasi. Yang paling saya sukai adalah dengan membayangkan tubuh saya di hamparan rerumputan di atas gunung; anginnya manja, ditemani waktu senja. Meditasi ini yang paling sering berhasil menurut saya. Tapi masih banyak lagi metode yang lainnya yang bisa kamu coba, ckckckc.

2. Kesepian

Yups, rasa kesepian terkadang melanda saya ketika sendiri. Tak dapat dipungkiri lagi memang, kesepian sangat identik dengan sendiri. Dibanding kesepian dalam keramaian, kesepian ketika sendiri lebih mudah diterima, ckckckc. Positifnya, dengan merasa sepi, kita akan melakukan sesuatu hal baru untuk mengisi kesepian itu. Contohnya menghasilkan hoby baru dengan mencoba-coba hal yang belum pernah dilakukan. Seperti nonton animasi, menulis, terlebih lagi baca buku yang sudah kita beli namun belum pernah disentuh sama sekali.

3. Merenung.

Kadang pikiran kita akan melayang jauh ke alam lain, entah kenapa tanpa kita kendalikan. Merenung biasanya terjadi ketika kita mulai mengingat sesuatu, seseorang atau sebuah. Merenung sangat mengasyikan ketika sendiri. Bisa bebas berimajinasi tanpa dibatasi. Cobalah merenungi kehidupan kamu dan intropeksilah, ini bisa membantu kita untuk menyingkirkan hal yang buruk dalam diri kita dengan merenungkannya.

4. Pembaharuan

Ketika sendiri, kadang banyak ide keluar-masuk begitu saja tanpa dikomando. Kadang juga mengingat dosa-dosa, kesalahan-kesalahn yang telah lalu. Dan itu membuat kita menginginkan lebih baik lagi dari itu. Atau bahkan menghilangkan kebiasaan buruk itu. Rasa pembaharuan datang bersama penyesalan. Kita menginginkan suatu yang baru, yang belum pernah ada dan belum pernah kita coba. Alangkah baiknya cenderung ke arah kebaikan. Siapa tahu itu bisa menjadi kebiasaan baru kamu yang baik. Coba sisikan waktumu setiap hari atau setiap Minggu untuk pembaharuan diri. Lakukanlah sesukamu.

Nah, mungkin itu Efek Positif dari Kesendirian, belum tentu orang yang disibukan dengan pekerjaan bisa seperti ini lho..., dan juga mereka yang punya pacar juga belum tentu lho..., jadi kendalikan ke-jombloan kita dengan efek positif deh; kendalikan kesendirian menjadi sebuah kebahagiaan.

Semoga bermanfaat yeah... ^_^

Afsokhi Abdullah
Kosan, 15 Maret 2015

Cerita di Islamic Book Fair dan Tips Untuk Kamu

Ketika saya sampai di tempat: Istora Senayan, saya disambut dengan sampah yang berjubal di depannya, tepatnya di depan anak tangga pintu masuk. Saya sampai di Istora jam 8 lewat 30 menit pagi.

Sebelumnya sudah ada hujan mengguyur, menjadikan jalanan agak tergenang dan harus hati-hati jika berjalan.

Saya dan tiga teman sebaya saya (belasan tahun), manaiki anak tangga lalu bertemu dengan pedagang yang baru saja membuka lapak. Kami berjalan lebih dalam lagi melewatinya dan, ternyata masih tutup. Padahal kami dan pengunjung lain sudah agak ramai, ditambah lagi ada rombongan yang sengaja dengan bus bertolak ke Istora, dalam rangka meriahkan hari terakhir IBF tentunya.

Kan siapa tahu di hari terakhir bakal banyak diskon, bukan? Mungkin begitu asumsi mereka.

***

Saya pun bertanya kepada seorang Bapak muda yang sedang membereskan lapaknya,

''Pak, kok masih tutup yah? Emang bukanya jam berapa?''

Dia menatap saya sebentar lalu menjawab, ''Buka jam sembilan, mas, yang pintu sebelah sana sudah terbuka. Di sini masih tutup.''

Setelah berucap terima kasih, kami pun menuju arah yang ditunjuk Bapak muda tadi. Kami berjalan, dan ternyata hujan pun kembali datang. Kami berteduh, selepas berteduh, kami masuk ke pintu yang ditunjuk Bapak muda pemilik lapak tadi.

Kami pun masuk sampai dalam, keadaan masih sepi. Hanya ada beberapa stand yang tutup dan orang-orang sibuk membereskan stand-nya yang segera buka.

Saya memimpin perjalanan ini. Memimpin dua wanita dan satu laki-laki tepatnya. Mereka di belakang saya. Dengan insting saya, saya berjalan lalu sampai di panggung utama. Huh... Megah sekali, tapi tetap, masih sepi. Padahal sudah jam 8.45.

''Gimana kalau makan?'' ajak Andika.

Hem. Benar juga apa kata dia. Kami pun keluar ruangan panggung utama. Tak jauh dari tempat kami tadi, sudah berjajarlah rangkaian kios makan dengan rapinya. Ada siomay, batagor, mie ayam, warung nasi, gorengan dan masih banyak lagi.

Huh. Saya sendiri tidak membawa uang lebih, jujur saja. Dan saya juga masih kenyang sarapan tadi pagi. Yasudah, biarkan mereka makan dan saya izin kepada mereka untuk sekedar jalan-jalan.

*

TIPS: JIKA KAMU KE IBF. JANGAN LUPAKAN INI: IBF BUKA JAM 9 PAGI, DAN TEMPATNYA BUKAN DI LAPANGAN UTAMA. NAMUN DI LAPANGAN TENIS KALAU KATA ANDIKA.

*

Saya, berjalan-jalan masih di area gedung olahraga tadi. Ternyata ada lantai satu, dua. Kalau saya amati, ternyata di lantai dua ini, sudah lumayan ramai. Pedagang menjual baju koko, celana, rok, mukena, dan masih banyak lagi, selain itu juga ada pertunjukan pameran Mumi Fir'aun.

Lalu di lantai satu, didominasi oleh buku-buku.

*

TIPS: JANGAN SALAH, KALAU DI IBF (ISLAMIC BOOK FAIR) TIDAK HANYA ADA BUKU. NAMUN, AKAN kita TEMUI BANYAK PEDAGANG YANG MENJAJAKAN DAGANGANYA DARI BUSANA HINGGA ALAT IBADAH LAINNYA. SERTA ADA PAMERAN.

*

Setelah puas berjalan-jalan sendiri. Saya kembali ke teman saya berada. Saya melihat jam di hape saya, ternyata sudah jam 9 lewat sedikit. Tampak pula pengunjung yang semakin ramai, ada yang berombongan dan juga kelompok kecil. Mereka tampak antusias.

Tujuan kami yang pertama adalah melihat-lihat stand di lantai satu. Di sana akan kita temui buku-buku berjejeran. Ada yang mulai harga dari 5.000, 10.000, 20.000 juga ada buku best seller yang di-diskon hingga 20 sampai 30 persen.

*

TIPS: ADA BANYAK BUKU MURAH. BAHKAN SAYA MENEMUI STAND YANG MENJUAL BUKU DENGAN HARGA 10.000 MENDAPAT TIGA, YA, HANYA DENGAN KOCEK TIDAK TERLALU DALAM, KITA BISA MENDAPATKAN BANYAK BUKU.

SELAIN ITU, KITA JUGA JANGAN MENGHARAPKAN BUKU MURAH MERIAH SAJA. JIKA KITA INGIN BUKU BEST SELLER DAN BUKU TERKENAL, KITA HANYA BISA MENDAPAT DISKON. SEPERTI BUKU ARASY CINTA, ASSALAMU'ALAIKUM BAIJING, HAFALAN SHOLAT DELISA, PUTUSIN AJA, DAN SEBAGAINYA. BUKU-BUKU BEST SELLER INI TERJUAL DI SATU STAND SAJA.

TINGGAL KITA CARI STAND YANG BERTULISKAN ''BEST SELLER, REKOMENDSAI''. BEGITU.

*

Lama saya dan teman-teman berjalan-jalan. Akhirnya saya menemui stand dari penerbit yang saya begitu suka, Diva Press. Ya, penerbit asal Yogya ini memang terjamin akan mutunya. Maka dari itu, saya segare mengobrak-abrik segala yang ada di sana.

Ternyata e ternyata, tidak hanya buku Islami yang dijual. Ada banyak pula buku novel remaja dan buku non fiksi lainnya.

*

TIPS: DI IBF TIDAK HANYA MENJUAL BUKU ISLAMI SAJA.

*

Setelah menimbang-nimbang. Saya tentukan kepada novel Imaji Dua Sisi dan Kumcer Penjaja Cinta. Buku itu amat menarik, ya jadi saya beli. Hanya dengan 35.000 saya sudah bisa membeli dua buku itu, murah bukan?

Selagi saya berjalan ria. Suasana betambah ramai. Terlihat pula ada orang tergopoh-gopoh membawa bawaannya. Seharusnya sih dia bawa kantung atau tidak tas.

*

TIPS: DISARANKAN KITA HARUS MEMBAWA KANTUNG. SEMISAL TAS DAN SEBAGAINYA. KITA JUGA TIDAK TAHU UANG KITA BISA DIBELIKAN BERAPA BANYAK BUKU. JADI SIAP-SIAGA SEBUAH TEMPAT UNTUK BUKU TAK TERDUGA.

JANGAN LUPAKAN JUGA MENGHITUNG UANG YANG TERSISA. APES-APES NANTI MALAH TIDAK BISA PULANG.

*

Jam sudah menunjukan 11 pagi menyongsong siang. Kami putuskan untuk beranjak ke tempat penggung utama, sebelumnya kami sempat berputar-putar ke area IBF. Saya berdecak kagum ketika ada anak kecil, kecil sekali, sepantar anak kelas 1 SD. Mereka ternyata sedang hapalan ayat suci AL-Qur'an dengan metode yang konon ampuh. Benar saja, di stand itu, ada seorang anak kecil membaca, em, lebih tepatnya mengucapkan surah Ad-Duha dengan lancarnya. Saya merinding mendengarkannya di kerumungan pengunjung. Wah, keren deh!

***

Sampai di tempat panggung utama,
beruntung, di sana ternyata sedang ada talk show. Bisa buat hiburan. Ya walau bisa dibilang tidak banyak yang memperhatikan orang yang berada di panggung. Sebab semua orang yang di lapangan sibuk akan transaksi jual-belinya. Dari tribun, saya sama sekali tidak melihat ada Akhwat yang tidak berjilbab. Semua berjilbab, ya kecuali anak kecil.

Tapi acara talk show tetap berjalan meriah. Kami yang duduk di tribun pun menyimak talk show itu, yang membahas mengenai bantuan Indonesia kepada Palestina.

Di tribun ini, ada banyak orang yang membuka bekel'-nya. Mulai dari nasi hingga snack ringan. Saya untung membawa Beng-beng, makanan ringan favorit saya. Dan kebetulan saya pun membawa empat buah, jadi bisa dibagi satu-satu. Selain itu saya juga membawa dua air botol mineral. Alih-alih takut dehidrasi ketika CFD nanti yang pada nyatanya tidak jadi.

*

TIPS: DISARANKAN KITA MEMBAWA BEKAL. APAKAH ITU NASI BESERTA LAUK, SNACK, ATAU APALAH YANG BISA MENGGANTIKAN TENAGA YANG TERKURAS KETIKA BERJALAN-JALAN TADI.

JANGAN MALU. ADA BANYAK KOK YANG DENGAN LAHAPNYA MAKAN DI KOTAK NASINYA. LAGIAN SIAPA YANG MAU MELIHAT KITA. JANGAN KE-GR-AN DEH. CKCKC...

DAN SATU LAGI. IBF JUGA ADA TALK SHOW, KALAU KAMU BERUNTUNG, BISA-BISA BERTEMU DENGAN PENULIS TERKENAL. DAN UNTUK KAMU, AKHWAT, DIANJURKAN MENGENAKAN JILBAB DAN IKHWAN MEMAKAI BAJU DAN CELANA PANJANG SETIDAKNYA.

*

Jam 12 siang kami pulang. Membawa hasil buruan kami masing-masing. Sempat dihimbau pula, jika pengunjung ingin sholat Duhur, mushola terpisah antara Ihwan dan Akhwat. Dan kami putuskan untuk sholat di rumah masing-masing.

Dan jangan salah kira IBF sudah usai. Tidak. IBF selesai di malam harinya, dengan pemberian hadiah kepada dua pengunjung yang beruntung, berupa dua Umrah Gratis. Woww....***


Afsokhi Abdulloh
Kosan, 10 Maret 2015

Jangan Takut Berkarya, Raditya Dika Aja Typo

Sehabat-hebatnya penulis, pasti ada saja tulisan yang salad-tulis, eh, salah-tulis maksudnya. Atau lebih dikenal dengan Typo (bahasa Inggris).

Bahkan, dalam sebuah Qoute pendek, seorang penulis termasyhur dunia (saya lupa namanya, orang luar deh pokoknya), di sana saya membaca, ''Tidak ada kalimat yang sempurna.''

Jelas maksudnya adalah kalimat yang yang ditulis manusia, bukan dalam kitab suci pastinya.

Nah, saya ambil contoh dekatnya saja. Raditya Dika, dalam bukunya yang ketujuh itu, Koala Kumal; yang sudah best seller, yang digandrungi remaja. Hingga tiap tour-nya keluar kota, membludak yang ingin ketemu sama penulisnya dan kudu beli bukunya buat ditandatangani terus foto deh.

Namun, itu semua tidak menutup kemungkinan bahwa bukunya tidak sempurna. Buktinya:

1. Keliahtan (hlm. 44) – seharusnya
kelihatan.

2. Tentang Astra di halaman 66, harusnya
Dika putus sama Deska si cewek Tomboy. Ini kenapa malah
putusnya ama Astra yang lagi deket
ama Deska, padahal Astra itu cowok!!! Ketika baca pada bagian ini, membuat saya bingung dan guling-gulingan di wc.

3. Di halaman 146. Disebutkan jika di minggu pertama, 'Malam Minggu
Miko' ditonton tiga ratus ribu kali, terus
kenapa kalimat selanjutnya malah jadi
rancu, soalnya disebutkan jika minggu
kedua ditonton tujuh ratus kali.
Bukankah seharusnya minggu kedua, viewers lebih banyak dari minggu
pertama ya? Atau mungkin itu
manksudnya minggu kedua ditonton
tujuh ratus ribu kali, bukan tujuh ratus
kali. Mungkin....

Nah, jadi intinya, tidak ada tulisan manusia yang sempurna. Setiap manusia punya kekurangan dan kelebihan sendiri, entah itu keahlian bakat atau keahlian yang diasah sedemikian rupa. Dan kelebihan orang yang terhebat adalah kegigihan dan tidak takut salah. Saya pernah baca Qoute lagi nih (orang luar, saya lupa namanya).

Begini bunyinya: ''Kreativitas akan mati jika kita mulai takut salah!''

Jadi kamu masih mau takut salah? Hay! Coba-saja-dulu dengan kemampuan yang kita punya, masalah 'salah', 'gagal', 'tidak menang', itu urusan paling bontot!

Buat kamu yang takut untuk memulai menulis sebuah cerita atau apalah itu, jangan takut menulis deh, menulislah sampai ujung jemarimu kandas oleh proses sang waktu! Dengan menulis namamu akan abadi, di batu nisan :3 E, becanda.

Sepintar-pintarnya kamu, kalau ilmunya nggak bermanfaat bagi orang, ya percuma toh.
*
''Ikatlah ilmu dengan menulis.'' - Ali bin Abi Thalib.
*
Yeah. Banyak orang yang hanya suka membaca ketimbang menulis, ada yang suka nonton ketimbang bikin video. Dan begitulah orang Indonesia, maunya yang instan-instan saja, padahal mie instan pun tidak instan lho *yang ini abaikan.*

Saya sangat suka dengan twit @radityadika yang satu ini. Sebenarnya sih saya pernah baca pada twit sebelumnya di TL dia. Tulisan yang sama dan, maksud yang sama. Begini kicaunya:

''Kalau kamu suka baca, mulailah menulis. Suka
nonton, mulai bikin video. Beranilah menjadi
seorang pencipta, ketimbang hanya penikmat.''

Deg!

Saya meresa ditendang oleh tulisan dia-itu. Benar juga, daripada hanya jadi pembaca, penonton, lebih baik menjadi pencipta dong! Tulisan di atas juga termasuk pendorong saya untuk terus berkarya dan terlebih lagi membuat saya mengidolakan dia--Raditya Dika Angkasa Putra.

Nah. Jadi, buat kalian yang tidak berani untuk memulai menulis atau mulai menciptakan sesuatu, jangan takut! Setiap orang memiliki ciri khas yang berbeda, masa lalu berbeda, pendidikan yang berbeda, keluarga yang berbeda dan masih banyak lagi perbedaan yang lainnya.

Karenanya, jangan takut untuk berbeda. Bukanya dengan berbeda sebuah musik akan terdengar enak di telinga? Bayangkan, jika suara piano, drum, gitar, bass, suling. Semuanya bernada sama, datar, ah, itu tidak ada enaknya dong! Nah, di sinilah perbedaan muncul sebagai pencipta yang belum pernah diciptakan sebelumnya; oleh tempurung kepala sebelumnya.

Pokoknya. Ketika menulis atau berkarya apa saja, berkaryalah dengan percaya diri, jangan minder. Kalau tetap seperti itu, ya kapan kita bakal maju? Bakal bermanfaat bagi banyak orang? Begitulah gampangnya. Sepatutnya kita cepat-cepat sadar deh, kalau kita hanya menjadi penikmat, bukan pencipta, nanti jika pencipta sudah pada mati gimana? Kita tidak bisa menikmati sebuah karya cipta dong?

Yeah. Jangan takut, Raditya Dika aja Typo.***

Afsokhi Abdullah
Kosan, 10 Maret 2015